Perbedaan Mendasar Pemikiran Politik Barat dan Islam

Juni 13, 2010 at 9:55 am (Uncategorized)


klo kita berbicara politik maka tanpa kita sadari paradikma berfikir kita akan mengarah pada pemikiran politik barat. kenapa demikian???karena sistem pendidikan dinegara kita lah yang mengarahkan kita untuk mengadopsi pemikiran plitik barat, disini saya akan menulis mengenai perbedaan mendasar pemikiran politik barat dan islam..

> Pemikiran Politik Barat yang perlu diketahi Pemikiran Politik Barat memilki beberapa karakteristik dalam membangun opini mereka:

1. perebutan kekuasaan

2. cenderung membicarakan konflik ketimbang kerjasama

3. bersifat rasional dan menolak wahyu

4. setiap sesuatu yang dilakukan selalu dihubungkan dengan kepantingan

pemikiran seprti inilah yang mendominasi dunia perpolitikan dewasa ini, khususny bagi negara-negara yang menganut paham liberal-demokrasi. pemikiran politik tersebut dipengaruhi oleh warna pemikiran yunani kuno, yang mana disepanjang sejarah selalu mengalami kegagalan.

> Pemikiran Politik Islam

Islam merupakan sebuah agama yang konplet, kenapa saya katakan demikian karena islam sebuah agama yang mengajarkan segala hal dalam kehidupan dunia dan akhirat, mulai urusan sederhana seperti adab makan, tidur, ke kamar mandi dan seterusnya, sampai urusan keumatan bertetangga, bermasyarakat, dan bernegara. semua itu sudah tertulis didalam kitap suci alQur’an. permasalahan yang ada pada umat islam yaitu tidak mau mengartikan alQur’an secara mendalam, sehingga membuat para umat islam memahami islam sebatas agama ritual semata. Seorang yang rajin sholat ke masjid, mengerjakan puasa dan membayar zakat, atau mungkin dipanggil pak haji dengan jenggot yang panjang dan berpakaian sorban, maka dinilai sebagai orang yang sempurna keislamannya. Islam tidak dimaknai dalam pengertian yang lebih luas. Seakan mereka yang berada di kelompok ini meyakini bahwa dengan cara inilah salah satu jalan untuk masuk sorga. Mereka menganggap urusan selain itu adalah masalah duniawi, yang seakan tidak perlu diperhatikan.
Akibatnya, islam dinilai sebagai agama yang tidak mampu mengikuti perkembangan jaman. Umat islam dikesankan dengan kelompok orang yang tradisional, bersarung, kotor, tidak berpendidikan, kasar, dan sekian banyak image tidak baik lainnya. sebagian umat islam justru secara membabi buta mengadopsi semua ajaran bahkan nilai yang berasal dari luar. Mereka begitu bangga dengan kemajuan dunia barat. Dan mereka menilai bahwa memang sudah saatnya bagi islam untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Biasanya kelompok inilah yang dikenal sebagai kaum liberalis.

Filsafat Kehidupan Manusia

Konsep politik dalam Islam tidak terlepas dari posisi manusia dalam kehidupan. Manusia merupakan makhluk dijadikan sebagai khalifah oleh Allah di muka bumi. Allah telah menciptakan segalanya, kemudian manusia yang diminta untuk memakmurkan bumi. Tentu saja mereka harus menjalaninya sesuai dengan hukum alam dan undang-undang yang sudah disiapkan oleh Allah.

Ajaran rasulullah sebagai agama sempurna mengatur semua aspek kehidupan termasuk urusan politik. Oleh karena itu, umat islam perlu mewujudkan suasana politik sesuai dengan prinsip –prinsip dan landasan berpolitik yang dicontohkan rasul. Point utama yang diinginkan dalam sistem politik islam adalah penegakan syariat. Dengan syariat ini, manusia diharapkan bisa hidup selalu dalam ma ‘rufat (kebaikan) dan jauh dari hal-hal yang munkarat (jelek). syariat ini adalah alat Allah untuk menjadikan manusia agar selalu ada dalam kebaikan (ma’rifat) dan terjauh dari hal-hal yang munkar (dibawah kendali setan). Hal ini tentu saja dalam berbagai asfek kehidupan termasuk politik. Dan politik dalam islam adalah politik yang didasari oleh tiga faktor pokok, yaitu:

1. tauhid : maksudnya politik benar-benar dibawah kerangkan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta, yang menjaga,   dan yang akan menghancurkan. Selain itu Allah punya kekuasaan untuk memerintah dan menjaga. Termasuk dalam menentukan hukum yang harus kita pakai dalam bermasyarakat.

2. risalah : merupakan aturan yang ditentukan Allah melalui rasul yang tercantum dalam Alquran, hadits, ijma’, ijtihad, qiyas dan akal. Pola sistem kemasyarakat dan politik yang dipakai adalah kombinasi dari wahyu Allah dengan tuntutan rasul dalam memahami ayat-ayat qauliyah yang sering disebut sebagai sistem syariah.

3. khilafah : khilafah disebut sebagai wakil, maksudnya yang mewakili Allah dimuka bumi. Dalam hal ini kepemimpinan dirasakan untuk sesama, buka sekedar kepentingan kelompok dan golongan. Makna eqaulity sangat dihargai dalam islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: